Kaidah Munasabah

  • Dewi Murni Universitas Islam Indragiri

Abstract

Mengkaji munasabah al-Qur’an dapat dianggap penting, karena akan diperoleh faedah memperoleh pemahaman yang lebih sempurna dari teks al-Qur’an. Karena persoalan munasabah termasuk dalam kategori ijtihad, maka kaidah-kaidahnya pun bersifat ijtihadi. Namun secara umum mereka sepakat bahwa kaidah Ilmu Mantiq serta Ilmu Bahasa mutlak diperlukan. Dengan demikian analisis filosofis serta analisis bahasa menjadi penting dalam metodologi penelitian munasabah al-Qur’an. Munasabah al-Qur’an dengan demikian dapat pula menjadi salah satu cabang Ilmu Al-Qur’an yang penting dan strategis. Ilmu Munasabah ini sekaligus menjadi sebuah perangkat yang melengkapi metodologi pemahaman al-Qur’an secara konprehensif.

References

Harun, Salman, Kaidah-Kaidah Tafsir, Jakarta: Qaf, 2017.
Ichwan,M. Nor, Studi ilmu-ilmu al-qur’an, Semarang :Rasail,2008.
Muslim, Musthafa, Mabahis fi Tafsir Maudhu’i, (Dar al-Qalam. t.th).
Supiani dan M. Karman. “Ulumul Quran” Bandung: Pustaka Islami, Cet. I, 2002.
Al-Qaththan, Manna’, Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an, Mansyurat Al-‘ashr Al-Hadis, ttp., 1973.
As-Suyuthi, Jalaluddin. Al-Itqan fi ‘Ulum Al-Qur’an, Dar Al-Fikri, Beirut t.t., Jilid I.
Wahid,Ramli Abdul ,Ulumul Qur’an, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2002.
Az-Zarkasy, Ad-Din Muhammad Badr bin Abdullah, Al-Burhan Fi Ulum al-Qur’an Jilid I.
Az-Zarqani, Muhammad. Abd Al-‘Azhim Manhil Al-‘Irfan fi ‘Ulum al-Qur’an, Dar Al-Fikr, Beirut, t.t., Jilid I.
Published
2019-10-16
Section
Articles