MENGARIFI AL-QUR’AN SEBAGAI RISALAH RAMAH LINGKUNGAN

  • Nasrullah Nasrullah Universitas Islam Indragiri
  • M Khairullah STAI Auliurrasyidin Tembilahan

Abstract

Menjaga alam dan ramah terhadap lingkungan adalah suatu tindakan etis dalam kapasitas eksistensial kehidupan manusia. Sebab, alam serta lingkungan sekitar dan manusia itu sendiri ditakdirkan adanya jalinan pada relasi ko-eksistensial yang saling terikat sekaligus terkait. Al-Qur’an sebagai Kitab Suci memberikan suatu pemahaman dalam panduan kearifan kesadaran menjaga alam dan lingkungan. Al-Qur’an mengajarkan bahwa alam adalah mitra kehidupan manusia dalam tugas ke-khalifahan di muka bumi. Alam bukan lah objek eksploitasi oleh manusia, akan tetapi sifatnya fungsional dan proporsional. Pendekatan manusia terhadap alam tidak boleh secara antroposentris an sich, tapi juga hendaknya melibatkan kesadaran teosentris. Ada relasi piramidal antara manusia-alam-dan Tuhan. Pada dimensi kearifan yang dapat dipetik ialah, bahwa, al-Qur’an membimbing manusia untuk dapat mengenal posisi alam sebagai sama-sama sebagai makhluk yang tunduk pada Khaliq, menyadari tugas manusia sebagai khalifah untuk kemakmuran bumi, memiliki tanggung jawab terhadapnya untuk tidak merusaknya. Dengan beberapa kearifan inilah harusnya manusia belajar untuk mengaktualkan dan membumikan al-Qur’an sebagai risalah ramah lingkungan

References

A. Sony Keraf. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakir. (2006). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Achmad Baiquni. (1994). Al-Qur’an: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa.
Ahmad Syafi’i Mufid. (2001). Dialog Agama dan Kebangsaan. Jakarta: Zikrul Hakim.
Al-Fatih. (2013). Al-Qur’an dan Terjemah. Jakarta: Insan Media Pustaka.
Ali Yafie. (2006). Merintis Fiqh Lingkungan Hidup. Jakarta: Cahaya Insan Suci.
CNN Indonesia. “Tak Berdaya Rakyat Jokowi Dicekik Asap Karhutla”. https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190723162307-20-414796/takberdaya-rakyat-jokowi-dicekik-asap-karhutla. diakses pada tanggal 21 Oktober 2019 pukul 15.35 WIB.
F. M Mangunjaya, dkk. (2007). Menanam Sebelum Kiamat: Islam, Ekologi dan Gerakan Lingkungan Hidup. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
H.A.A. Dahlan dan M. Zaka Alfarisi. (2000). Asbabun Nuzul: Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat Al-Qur’an. Bandung: Penerbit Diponegoro.
Hamzah Ya’qub. (1996). Etika Islam Pembinaan Akhlaqulkarimah (Suatu Pengantar). Bandung: Diponegoro.
Handoyo. BNPB: “Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan 99% Karena Ulah Manusia”.https://amp.kontan.co.id/news/bnpb-penyebab-kebakaran-hutan-dan-lahan-99-karena-ulah-manusia. diakses pada tanggal 23 Oktober 2019 pukul 14.00 WIB.
Hasan Hanafi. (2001). Islam Wahyu Sekuler: Gagasan Kritis Hasan Hanafi, Terj. M. Zaki Husein. Jakarta: Instad.
Ikhwan al-Safa’. (1405 H). Rasa’il Ikhwan al-Safa’ wa Khullan al-Wafa’, Vol. 2. Qum dan Teheran: Maktab al-Ilam al-Islami.
Imam B. Jauhari. (2012). Teori Sosial: Proses Islamisasi dalam Sistem Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: STAIN Jember Press.
Jhon Handol dan Leo Nababan. (2006). Tragedi Bumi yang Terluka. Jakarta: Gradasi Akasara.
Koesnadi Hardjasoemantri. (2001). Hukum Tata Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
M. Quraish Shihab. (2002). Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Vol. 3. Jakarta: Lentera Hati.
_______. (2002). Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Vol 4. Jakarta: Lentera Hati.
_______. (2002). Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Vol 5. Jakarta: Lentera Hati.
M. Yamin Syukur. (2004). Tasawuf Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Montgomery Watt. (1987). pemikiran teologi dan Filsafat Islam, terj. Umar Basalim. Jakarta: P3M.
Muhammad Nasib Ar-Rifa’i. (1999). Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Jilid II. Jakarta: Gema Insani.
Mujiono Abdillah. (2001). Agama Ramah Lingkungan Perspektif Al-Qur’an, Cet I. Jakarta: Paramadina.
Mulyadhi Kartanegara. (2007). Mengislamkan Nalar: Sebuah Respon terhadap Modernitas. Jakarta: Penerbit Erlangga.
_______. (2007). Nalar Religius: Memahami Hakikat Tuhan, Alam, dan Manusia. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi. (1996). Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. Bandung: Alumni.
Tengku Dahril. (1994). Al-Qur’an Iptek dan Kesejahteraan Umat. Pekanbaru: Universitas Islam Riau Press.
Published
2020-08-14
Section
Articles