Konsep Poligami Menurut Mutawalli Al-Sya'rawi dalam Tafsir Al-Sya'rawi

Suatu Kajian Tafsir dan Metodologi

  • Raisya Miftakhul Rahma Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Abstract

Poligami menjadi salah satu tema yang digarisbawahi oleh kaum pembaharu untuk dikontekstualisasikan berdasarkan perkembangan zaman. Hukum poligami yang semula boleh, kini kebolehannya menjadi hal yang tabu untuk dikatakan. Bahkan hukum poligami dideklarasikan menjadi haram karena para lelaki modern saat ini dinilai tidak mampu berlaku adil yang mana hal itu menjadi syarat utama dalam berpoligami. Dalam hal ini, al-Sya’rawi dalam kitab tafsirnya menolak pandangan tersebut dan menyatakan bahwa sekiranya seorang laki-laki tidak mampu berlaku adil, maka hukum poligami tetap ada dan tidak dihapuskan. Maka penelitian ini akan membahas tentang bagaimana konsep poligami menurut al-Sya’rawi dalam kitab tafsirnya dan bagaimana penafsiran al-Sya’rawi pada ayat-ayat poligami. Dengan menggunakan metode kepustakaan, metode deskriptif-analitis, dan pendekatan tafsir tematik, penelitian ini berkesimpulan pada dua hal yaitu hukum poligami dan keadilan dalam poligami menurut al-Sya’rawi. Pertama, hukum poligami menurut al-Sya’rawi harus diambil secara keseluruhan, yaitu kebolehannya dan berlaku adil. Kerusakan akibat poligami sebenarnya terjadi karena hanya memperhatikan hal pertama dan mengabaikan hal kedua. Kedua, manusia mampu berlaku adil dalam hal-hal zhahir, namun tidak dengan kecenderungan hati. Dalam keadilan zhahir itu harus diusahakan sekuat tenaga sehingga tercipta rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

Published
2022-06-20
Section
Articles