PEMBERDAYAAN WAKAF PRODUKTIF Instrumen Mewujudkan Keadilan Sosial dalam Bingkai Kebhinnekaan

  • Syarifuddin Syarifuddin STAI Auliurrasyidin Tembilahan
  • Andini Febrianty Damasari LPTQ Kabupaten Indragiri Hilir

Abstract

Persoalan ekonomi memang suatu persoalan yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah perkembangan maupun kejatuhan suatu bangsa. Semakin baik suatu negara mengelola ekonomi maka semakin baik pula harapan kemakmuran suatu negara. Sebaliknya, jika buruk dan tidak piawai mengelola ekonomi dalam suatu negara, maka kejatuhan dan krisis bisa menjadi ancaman bagi negara tersebut. Indonesia memiliki pengalaman gagal dua kali disebabkan krisis ekonomi, ketika zaman Orde Lama dan akhir kekuasaaan Orde Baru. Indikatornya, ekonomi yang berjalan hanya terpusat pada titik-titik peredaran sentralistik belaka, tidak merata pada seluruh daerah dan warga negara. Akibatnya jurang kesenjangan konomi menganga lebar dalam kehidupan sosial ekonomi Indonesia. Umat Islam sebagai warga mayoritas di Indonesia, turut merasakan akibat krisis ini. Kondisi ini hendaknya menjadi suatu introspeksi, untuk menata ekonomi umat lebih baik lagi. Dalam formula mengatasi kesenjangan dan pemerataan ekonomi, Islam memiliki salah satu konsep tentang wakaf, yang bisa dimanfaatkan sebagai instrumen solusi permasalahan di atas. Tentu saja pemaknaan wakaf dalam tulisan ini tidak hanya dalam konteks klasik dan fungsional saja, seperti pemanfaatan tempat-tempat ibadah, pendidikan dan layanan publik belaka. Namun menjangkau pada pengelolaan wakaf secara produktif dan mempunya nilai tambah ekonomi keummatan melalui pengelolaan wakaf produktif secara profesional dalam bidang investasi keuangan syariah maupun investasi sumber daya manusia berkelanjutan. Usaha-usaha wakaf produktif itu pun dalam timbangan aplikasi pemberdayaannya ke depan tidak melulu pada peruntukkan untuk umat Islam saja, tetapi juga bisa untuk ekonomi bangsa Indonesia yang majemuk sesuai dengan prinsip Islam Rahmatan Lil’Alamin dan tujuan berbangsa dan bernegara dalam menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Published
2020-09-02
Section
Articles