http://ejournal.fiaiunisi.ac.id/index.php/syariah/issue/feed Syariah 2020-02-19T23:13:04+00:00 Ridhoul Wahidi dhoul_faqoet@yahoo.co.id Open Journal Systems http://ejournal.fiaiunisi.ac.id/index.php/syariah/article/view/257 EKONOMI INDONESIA 2020-02-19T22:51:14+00:00 sofyan Sulaiman ians.iesc@gmail.com <p>Semenjak kemerdekaan Indonesia diplokamirkan, maka semenjak itu pula Indonesia menyatakan sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan mandiri. Namun seiring berkembangnya zaman, kedaulatan dan kemandirian ini semakin tergeruskan oleh globalisasi. Terutama dibidang ekonomi. Sebagai negara agraris dengan iklim tropis yang bisa menanam disepanjang tahun tanpa dipengaruhi oleh musim namun ketahanan pangan Indonesia masih bergantung kepada asing. Sumber daya alam (SDA) dan Industri-industri strategis dominasi asing begitu terasa. Agar kedaulatan Indonesian ini tejaga dan kemandirian ini terbina maka tidak dapat tidak Indonesia harus kembali kepada cita-cita pendiri bangsa yang tertuang dalam Pancasila.</p> 2019-12-18T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.fiaiunisi.ac.id/index.php/syariah/article/view/258 PERAN PEMERINTAH MENANGGULANGI PROBLEMATIKA EKONOMI MASYARAKAT MELALUI REORIENTASI ZAKAT 2020-02-19T22:55:56+00:00 Qusthoniah Qusthoniah qustho@gmail.com Ali Murtopo ali@gmail.com <p>Zakat merupakan salah satu instrument yang dianggap mampu mengatasi krisis ekonomi masyarakat. Dalam implementasinya zakat tidak sebatas rukun Islam, melainkan mempunyai efek domino dalam kehidupan&nbsp;masyarakat, terutama dalam mengangkat garis kemiskinan. Aplikasi zakat dapat meningkatkan<br>pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat. Secara teoritis, alokasi zakat terhadap masyarakat kecil akan meningkatkan pendapatan dan komsumsi mereka. Ini akan berdampak pada peningkatan produksi dan investasi. Dengan demikian jika zakat benar-benar diberdayakan, sektor perekonomian akan berjalan lebih baik, kemiskinan akan berkurang dan pengangguran sebagai wabah dari&nbsp;krisis sosial dapat ditanggulangi. Apalagi jika didukung oleh pemerintahan yang bersih dan munculnya sifat qanaah, menahan diri, dan semangat berkarya dari semua elemen masyarakat.</p> 2019-12-19T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.fiaiunisi.ac.id/index.php/syariah/article/view/259 IMPLEMENTASI TEORI PERTUKARAN PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DI INDONESIA 2020-02-19T23:00:52+00:00 Rusdi Hamka Lubis rusdi@gmail.com Ahmad Fuad fuad@gmail.com <p>This study aims to explain the transformation of exchange value in meeting the needs of human life on this earth. Exposure to theories and practices of exchange in increasingly modern economic values forces people to compete with each other. The emergence of an economic system in the form of a market to facilitate humans. Bank and financial industry are one of the modern instruments. Conclusion of the research with the literature study method, that Sharia Banking or Sharia Financial Institutions are not only the banking sector based financial systems as Conventional Banking but Sharia Banking is sector-based banking real, transactions in the real sector of Islamic banking involve 'ayn (goods) and dayn ( financing), so that exchange theory is an important thing implemented in meeting basic human needs.</p> 2019-12-19T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.fiaiunisi.ac.id/index.php/syariah/article/view/260 AKTUALISASI KEBIJAKAN MONETER ISLAM DALAM PERMASALAHAN MAKRO EKONOMI ISLAM 2020-02-19T23:06:23+00:00 Siti Aisyah aisyah@gmail.com Siti Nurmala mala@gmail.com <p>Pada zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin, kebijakan moneter dilaksanakan tanpa menggunakan instrumen bunga. Bank Sentral Islam memerlukan instrumen yang bebas bunga untuk mengontrol kebijakan ekonomi moneter dalam ekonomi Islam. Dalam hal ini, terdapat beberapa instrumen bebas bunga yang dapat digunakan oleh bank sentral untuk meningkatkan atau menurunkan uang beredar. Penghapusan sistem bunga, tidak menghambat untuk mengontrol jumlah uang beredar dalam ekonomi. Bank sentral Islam harus menjalankan kebijakan moneternya untuk menghasilkan suatu pertumbuhan dalam sirkulasi uang yang mencukupi untuk membiayai pertumbuhan potensial dalam output sellama periode jangka menengah dan panjang dalam kerangka harga-harga yang stabil dan sasaran sosioekonomi lainnya. Tujuannya untuk menjamin ekspansi moneter yang tepat, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat, tetapi cukup mmapu menghasilkan pertumbuhan yang memadai yang dapat menghasilkan kesejahteraan merata bagi masyarakat. Realistis serta mencakup jangka menengah dan jangka panjang. Untuk mewujudkan sasaran Islam ini tidak saja harus melakukan reformasi perekonomian dan masyarakat sejalan dengan garis-garis Islam, tetapi juga memerlukan peran positif pemerintah dan semua kebijakan negara termasuk fiskal, moneter dan pendapatan harus&nbsp;sejalan seirama. Praktik-praktik yang monopolistis harus dihilangkan dan setiap usaha harus dilakukan untuk menggalakkan semua faktor yang mampu menghasilkan peningkatan barang dan jasa.</p> 2019-12-27T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.fiaiunisi.ac.id/index.php/syariah/article/view/261 PENYELESAIAN SENGKETA TANAH WAKAF 2020-02-19T23:12:45+00:00 Junaidi Junaidi jun@gmail.com Kamasarudin kamasarudin kamas@gmail.com <p>Di lapangan, banyak ditemukan dimana tanah telah diwakafkan kepada penerima wakaf (nadzir) digugat oleh ahli waris dari pemberi wakaf (wakif) dan mengklaim bahwa tanah itu miliknya dan setiap saat tanah tersebut dapat diambil. Hal ini dikarenakan tidak adanya sertifikat tanah wakaf itu sendiri. FeYang menjadi pertanyaan dalam studi inia adalah bagaimana pelaksanaan tanah wakaf menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf ditinjau dari Hukum Islam? Studi ini dilakukan di Desa Nusantara Jaya Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa: 1)Pelaksanaan wakaf di Nusantara Jaya Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir menurut rukun dan syarat sudah sah. Hal ini ditunjukan oleh beberapa hal sebagai berikut: Adanya orang yang mewakafkan, adanya nadzir yaitu orang yang diserahi tugas pemiliharaan dan pengurusan benda wakaf. Nadzir meliputi perseorangan, organisasi dan badan hukum. Ada harta benda yang diwakafkan. Selanjutnya adanya ikrar wakaf. Adanya tujuan harta yang diwakafkan dan ada jangka waktu wakaf. 2)Penyelesaian sengketa tanah wakaf menurut Undang-&nbsp;Undang Nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf ditinjau dari hukum Islam di Desa Nusantara Jaya Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir dilakukan secara musyawarah, musyawarah dilakukan biasanya di masjid. Apabila tidak terjadi kesepatan dalam munsyawarah barulah dibawa keranah hukum.</p> 2020-02-19T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##